• Pancasila sebagai Sumber Nilai
    11 September 2013 - 20:20:04 By Megasoft Informer Blogging , Sekolah , 450x di lihat

    Implementasikan Nilai Pancasila 
    (dok: freewebs.com)
    Sebagai filsafat negara, nilai-nilai Pancasila tidak diragukan lagi bagi bangsa Indonesia. Proses terbentuknya nilai-nilai sejalan dengan peradaban manusia Indonesia. Namun nilai-nilai tidak cukup hanya diakui ketinggiannya, tetapi harus dipelihara dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Secara menyeluruh nilai-nilai Pancasila meliputi: segi pengetahuan (cognitive), sikap (affective), dan perbuatan (pscychomotor).
     
    Oleh karena itu, Pancasila tidak hanya menjadi tertib negara namun juga berperan sebagai sumber dasar hukum nasional yang menhatur ketertiban penyelenggaraan pemerintah atau negara. 

    Apakah sebenarnya pengertian nilai itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (http://kbbi.web.id/), Nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan; sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya. Oleh karena itu, sesuatu dikatakan bernilai apabila berguna, bermanfaat, benar, dan baik bagi kehidupan manusia. 
     
    Menurut Prof. Drs. Notonagoro, S.H., nilai dapat dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut:
    • Nilai materiil yang berupa benda untuk memenuhi kebutuhan materiil.
    • Nilai vital, segala sesuatu yang berguna bagi hidup manusia untuk mengadakan kegiatan atau aktivitas.
    • Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian itu sendiri ada 4 macam:
      1. Nilai kenyataan (kebenaran) yang bersumber pada unsur akal manusia (ratio, budi, cipta).
      2. Nilai keindahan (estetika), yang bersumber pada rasa manusia (estheetis, gevoel, rasa).
      3. Nilai kebaikan (moral), yang bersumber pada kehendak/kemauan manusia (will, wollen, karsa).
      4. Nilai religius (Ketuhanan), yang bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia, merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak.
    Nilai-nilai Pancasila dikategorikan sebagai nilai kerohanian, yang mengakui adanya nilai materiil dan nilai vital secara seimbang.
     
    Secara materiil, Pancasila sebagai pandangan hidup berisi konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Isinya mengandung nilai pemikiran yang dalam serta gagasan yang mendasar mengenai kehidupan yang dianggap baik, sesuai dengan nilai yang dimiliki.
    Nilai dasar atau vital merupakan sesuatu atau nilai-nilai kehidupan yang telah dimurnikan dan dipadatkan dalam lima dasar atau lima sila. Jadi, Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki dan bersumber dari kehidupan bangsa Indonesia sejak lama. Atau, Pancasila disebut juga sebagai falsafah hidup. Nilai-nilai tersebut tidak lain adalah sebagai berikut.
    1. Nilai dan jiwa Ketuhanan-keagamaan.
    2. Nilai dan jiwa kemanusiaan yang adil dan beradab.
    3. Nilai dan jiwa persatuan.
    4. Nilai dan jiwa kerakyatan-demokrasi.
    5. Nilai dan jiwa berkeadilan sosial.
    Pancasila menghadapi tantangan jaman
    (dok: republika.co.id)
    Nilai dasar atau vital ini dapat dikembangkan dengan instrumen yang sesuai dengan zaman atau tuntutan pertumbuhan dan perkembangan dunia modern tanpa mengubah nilai dasar atau pokok pada sila-sila Pancasila.

    Pancasila memuat nilai – nilai luhur untuk dapat menjadi dasar negara. Ada 3 nilai pokok yang terdapat dalam pancasila :
     
    1. Nilai Dasar 
    Nilai Dasar adalah nilai-nilai yang berasal dari nilai budaya bangsa Indonesia yang bersifat abstrak dan umum, relatif tidak berubah namun maknanya selalu dapat disesuaikan dengan perkembangan jaman. Artinya nilai dasar itu bisa terus menerus ditafsirkan ulang baik makna maupun implikasinya. Melalui penafsiran ulang itulah akan didapat nilai baru yang lebih operasional sesuai dengan tantangan zaman. Adapun nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan (musyawarah-mufakat), dan Keadilan.

    2. Nilai Instrumental
    Nilai Instrumental yaitu penjabaran dari nilai dasar yang berbentuk norma sosial dan norma hukum. Seperti UUD 1945, Tap MPR, UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan lain-lain.

    3. Nilai Praksis

    Nilai Praksis adalah nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari yang menandakan apakah nilai dasar atau instrumental masih hidup di tengah masyarakat, berbangsa dan bernegara. Contoh nilai praksis seperti saling menghormati, toleransi, kerja sama, kerukunan, bergotong royong, menghargai, dan sebagainya.

  • Related Article
  • Komentar

    comments powered by Disqus

Megasoft Informer

Megasoft Infromer will Make your life more colorfull.

Subscription

Sign up for our newsletter to receive periodic articles, updates, freebies items; every month

Statistik
TOTAL PAGE HITS
PAGE HITS TODAY
PAGE HITS YESTERDAY
TOTAL VISITORS
FILE DOWNLOAD TODAY
FILE DOWNLOAD YESTERDAY
TOTAL FILE DOWNLOAD
TOTAL FILE
TOTAL MEMBERS
HITS THIS ARTICLE
Article